Sikap manusia terhadap masyarakat sekelilingnya terbagi dua: kelompok pertama senantiasa bersikap aktif dan optimis menghadapi dunia. Inilah salah satu tolok ukur yang digunakan untuk mengukur dan membeda-bedakan mental batin yang seimbang dengan mental batin yang tidak seimbang. Seseorang yang bersikap optimis dan aktif memandang dunia, maka dunia terasa begitu indah. Bila anda bersikap pesimis dan pasif memandang dunia, maka dunia akan terasa begitu menakutkan! Masyarakat yang tengah berada pada proses keterbukaan dan reformasi, peristiwa-peristiwa yang tak stabil, yang tak seimbang akan banyak sekali terjadi, bila, Anda melihatnya dengan sikap pesimis, maka setiap hari anda akan marah, dari pagi hingga sore tidak henti-hentinya ngomel dan marah karena memang kasus-kasus yang membuat anda marah adalah terlampau banyak. Sebaliknya, bila anda memandang dunia dengan optimis, dengan segala kekurangan tang masih ada, toh masyarakat dan negara kita terus maju berkembang, kehidupan kita kian hari kian makmur, banyak hal-hal yang bisa membuat kita bersukacita sepanjang hari. Maka seorang filsuf ternama pernah berkata: Hidup adalah bagai sebuah cermin, engkau tertawa kepadanya, maka iapun akan ikut tertawa, engkau menangis dia pun akan ikut menangis.
Apakah kebahagiaan itu? Tidak ada tolok ukur standart untuk kebahagiaan, apalagi tolok ukur materi. Seseorang dengan materi berlimpah tidak menjamin ia pasti bahagia. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi mental dan batin. Kondisi mental dan batin bagaimana yang melahirkan kebahagiaan? Ternyata kondisi mental batin yang tenang seimbang, yang stabil, yang membuat seseorang bahagia, dan merupakan salah satu fondasi dari kesehatan.
Kita sudah memasuki millenium baru. Di millenium baru ini harta kekayaan terbesar dari hidup manusia adalah kesehatan. Jadi jika anda memberi seseorang suatu hadiah, hadiah yang terbaik adalah kesehatan. Berilah seseorang hadiah berupa “ Sop Sehat Delapan Rasa”. Rasa pertama: Hati penuh kasih sayang, kasih sayang kepada sesamanya dan kepada masyarakat, tanpa kasih sayang, seseorang tak layak menjadi warga masyarakat. Rasa kedua: Berhati dermawan dengan kepedulian sosial yang tinggi. Rasa ketiga: bermoral, lurus dan jujur. Rasa keempat: hindarilah sifat tamak dan selalu ingin mendapat lebih dari apa yang telah diperoleh. Orang juga harus berlapang dada dan bersifat pemaaf. Rasa kelima: berbakti kepada orang tua. Sebuah kelompok peneliti kebahagiaan manula, bersimpulan bahwa unsul terpenting yang mempengaruhi kebahagiaan manula bukanlah uang atau kedudukan melainkan keberadaan putra-putrinya yang berbakti di sisinya yang menjadi syarat utama kebahagiaannya. Bakti kepada orang tua adalah nilai luhur dari budaya timur. Rasa keenam: jujur dalam takaran pas, orang tidak boleh terlampau polos atau ia akan menjadi idiot. Tapi menjadi tidak jujur juga tidak baik. Jadi jujur dalam takaran yang pas! Rasa ketujuh: Beramal, tanpa suatu ikatan, makin banyak amal, makin baik! Rasa kedelapan: Tanpa pamrih, tidak mengharapkan imbalan atas amal yang diberikan.
Sop sehat 8 rasa setelah diminum teratur setiap hari akan memurnikan batin, memantapkan integritas diri, mengikis materialistis dan egoisme, tidak bergeming menghadapi penghinaan. Sop sehat 8 rasa akan melahirkan 6 buah manfaat: (1) Menjadi manusia jujur; (2) Tekun dalam tugas sehari-hari; (3) Amal dan peduli kepada masyarakat; (4) Nikmati hidup; (5) Sehat dan panjang umur; (6) mengikis bencana dan membuang petaka.
Ketenangan seimbangan batin mengandung pengertian bahwa seseorang harus beramal, berdarma bakti kepada masyarakat,tapi juga harus dapat menikmati hidup sendiri. Pengertian dapat menikmati hidup, berarti orang hidup harus banyak mempunyai hobi-hobi amatir yang sehat, wawasan pengetahuan harus luas dengan demikian mental batin akan mudah diseimbangkan. Prof. MA YEN CHU, Rektor Universitas Beijing periode enam puluhan, pernah berucap “ Pujian dan penghinaan tidak menggoyahkan aku, seperti bunga yang bersemi dan rontok di halaman rumah. Muncul kemudian lenyap, demikianlah pemandangan awal yang muncul untuk kemudian berlalu!”. Sikap seperti Prof. Ma inilah yang disebut berlapang dada. Mr. LIANG CHI GHAO ( Pahlawan China pencetus gerakan reformasi di masa-masa terkhir Dinasti Ching ) pernah berkata: Semua isi dunia ini senantiasa berubah, tapi takkan mempengaruhi ketetapan hatiku. Sikap ini juga menunjukkan sikap yang teguh. Pemenang Noble Price Bidang Fisika, Prof.Robert Lee Chen Dao dalam suatu pesta memperingati ulang tahunnya yang ke-70 berpidato menyatakan: Prinsip hidup saya adalah sambil menekuni penelitian ilmu Fisika, saya tetap lakukan itu dengan gembira, sayapun masih tetap menjalani hobi yang berguna dan saya senangi, saya tidak pernah membiarkan nama yang tersohor menelantarkan hobi saya.
Seseorang dengan kondisi mental dan batin yang baik, maka segala sesuatunya di dunia terasa begitu indah. Ambil contoh diri saya sendiri, bila hari ini saya gembira, tubuh terasa ringan keluar rumah menuju jalan raya, sinar matahari terang benderang, langit yang biru terlihat lebih biru bening, udarapun terasa segar. Orang yang berlalu lalang di jalanpun terlihat tersenyum. Sesungguhnya, ketika saya sedang gembira maka dunia terlihat begitu indah, ketika saya sedih, panorama, gunung dan air yang gemercik pun tidak membuat saya tertarik. Makanan hidangan laut yang lezat tidak membawa rasa apapun di lidah saya. Diibaratkan juga, kendati anda tidur di atas ranjang yang mewah dengan kasur empuk, tapi dengan hati yang gundah, anda tidak bisa pejamkan mata. Kondisi mental yang buruk membuat dunia dengan segala isinya juga terlihat dan terasa buruk. Dengan kondisi mental yang baik, segalanya pun akan terasa indah. Untuk memastikan kita dapat senantiasa memiliki kondisi mental batin bahagia, maka jalankanlah “ Tiga Formula Kebahagiaan “ tersebut di bawah ini: Formula pertama: Menolong orang lain dengan kebahagiaan, Formula kedua: Puas diri dan tiada iri hati adalah kebahagiaan, Formula ketiga: Bahagia dengan apa yang diperolehnya. Mengapa menolong orang adalah suatu kebahagiaan? Kebahagiaan terbesar dalam hidup manusia adalah menolong sesamanya dan menjalankan amal ibadah. Dalam proses menolong sesamanya, kita memurnikan pikiran dan jiwa yang kotor, meningkatkan harkat kepribadian kita. Sebagian orang di masyarakat senang membanding-bandingkan harta orang lain dengan miliknya, kedudukan orang lain dengan kedudukannya, hatinya penuh dengan dengki dan iri, dan tidak pernah puas dengan dirinya. Orang-orang seperti ini kondisi mental batinnya tidak seimbang dan menderita. Jadi menjadi bahagia, orang harus puas dengan kondisi dirinya tanpa rasa dengki dan iri.
Formula ketiga: Bahagia dengan apa yang diperolahnya walau yang diperolehnya adalah sesuatu yang tidak ia inginkan, sesuatu kesialan yang menimpa dirinya, namun ia harus menerimanya dengan bahagia. Mengapa demikian? Sebab hidup manusia seperti sebuah roda yang berputar, tidak ada yang kekal. Semua segala sesuatunya di dunia ini, ibarat bulan yang sebentar pipih sebentar lagi bulat penuh, sebentar gelap sebentar lagi terang. Maka manusiapun menjalani nasib suka dan duka datang silih berganti. Tiada orang yang selalu sial melulu. Tiada pula orang yang selalu mujur.
Jadi mengapa harus susah? Bergambira dan berbahagia selalu. Filsuf ternama Balzac pernah berkata: Penderitaan adalah guru terbaik kehidupan manusia. Hari ini anda sedang sial, itu hanya berarti bahwa hari depan terang benderang terbentang di hadapan anda. Jadi bebahagialah dengan apa yang diperoleh.
Kesimpulan final adalah Harta manusia yang termahal dan tak ternilai adalah “Kesehatan”. Kesehatan tak dapat mengandalkan high technology tidak dapat tergantung kepada obat-obatan. Dokter yang terbaik adalah diri kita sendiri. Obat yang terbaik adalah waktu. Kondisi mental terbaik adalah ketenangan. Olahraga terbaik adalah jalan kaki. Dokter ternama Yunani Kuno Socrates pernah mengatakan: Kemampuan seorang pasien adalah Dokter pasien tersebut, tugas dokter hanya membantu dan mendukung kemampuan tersebut. Anda lihat ketika saya gerakkan pisau operasi dan membuat luka pada kulit, maka darah yang keluar dalam sekejap akan membeku, seminggu kemudian luka merapat. Usus kita rusak, dibuang sepotong, tak ada masalah. Paru-paru yang rusak dibuang sebuah juga tak masalah. Jadi tubuh kita memang mempunyai kemampuan yang kuat untuk menyembuhkan diri. Jadi kemampuan pasien adalah dokter si pasien itu sendiri. Dan obat yang terbaik adalah waktu. Mengapa demikian? Sebab waktu pengobatan makin dini makin baik, makin dini suatu penyakit ditemukan dan diobati lebih baik. Di rumah sakit kami, terdapat seorang pasien gagal ginjal yang disebabkan oleh 12 tahun penyakit darah tingginya yang tidak diobati cepat, sehingga ia harus menjalankan cuci darah yang sangat mahal. Padahal penyakit darah tinggi bila diobati dini, satu tablet setiap hari dalam waktu 3-6 bulan pasti sembuh. Bila anda menunda pengobatannya sampai 3 tahun atau lebih, maka bukan lagi satu tablet yang diperlukan tiap hari, akan tetapi 2-3 macam obat diminum setiap hari. Bila masih ditunda lebih lama lagi belasan hari, maka terjadi pendarahan otak; bukan 2-3 macam obat dapat mengobatinya, kini diperlukan batok kepala di bor, darah di otak disedot keluar! Jadi waktu pengobatan makin dini makin baik! Terakhir kondisi mental yang terbaik adalah tenang seimbang. Olahraga yang terbaik adalah jalan kaki. Keduanya adalah cara pencegahan penyakit dan penjagaan kesehatan yang terbaik. Dan menurut hasil penelitian suatu lembaga medis di Amerika, bila biaya yang dipakai pada upaya pencegahan penyakit 1 dollar maka biaya pengobatan yang dapat dihemat sebesar 100 dollar.
Akhir kata izinkan saya dengan 4 kalimat untuk menyimpulkan presentasi saya ini: yakni satu buah pusat, dua butir pokok; tiga perilaku benar; delapan butir yang perlu diperhatikan. Satu buah pusat tiada lain adalah kesehatan. Kesehatan adalah pusat perhatian kita, bila kehilangan kesehatan, maka anda akan kehilangan segalanya. Abad ke 21 ini, kita menempatkan kesehatan sebagai pusat. Dua butir pokok yakni: butir pokok pertama adalah tidak menggubris hal yang remeh-remeh, butir pokok kedua adalah menyusun urutan prioritas. Orang boleh cuek terhadap urusan remeh yang tak penting, untuk urusan penting, urusan besar, ia harus jeli, teliti dan memecahkannya dengan baik. Orang yang tiap hari disibukkan dan dipusingkan oleh urusan-urusan remeh, tapi melupakan urusan besar dan penting, orang seperti ini cocok disebut bloon! Jadi orang hidup harus sedikit cuek dengan urusan remeh yang tidak berguna, harus pandai memilah-milah dan menempatkan urusan prioritas yang perlu penanganan tepat dan cepat. Orang seperti ini disebut berdada lapang, berintegritas tinggi, berwawasan luas dan orang seperti ini adalah Problem Solver yang baik.
Tiga perilaku benar yakni menolong orang adalah kebahagiaan; puas diri adalah kebahagiaan; bahagia dengan apa yang diperoleh. Maka dengan 3 perilaku ini, orang akan senantiasa bahagia.
Delapan butir yang perlu perhatian yakni 4 fondasi kesehatan dan 4 butir yang terbaik. Empat Fondasi Kesehatan adalah Makan yang pantas, olahraga dalam takaran yang pas, tidak merokok dan batasi alkohol, keseimbangan mental dan batin. Empat butir yang terbaik adalah Dokter yang terbaik adalah diri sendiri, obat yang terbaik adalah waktu, kondisi mental yang baik adalah tenang seimbang, olahraga yang terbaik adalah jalan kaki. Kalau kita memiliki semua ini, pada dasarnya tidak perlu mengeluarkan uang sesenpun, kita semua akan sehat sampai usia 70,80,90, bahkan untuk mencapai usia 100 pun bukanlah suatu mimpi.
Saudara sekalian, asalkan kita semua menjalani gaya dan jalan hidup ( Way of Life ) seperti ayng diuraikan di atas, maka penyakit akan menjauh dari kita, kita semua akan hidup sehat. Hidup sehat adalah kunci menuju hidup pribadi yang bahagia, hidup keluarga bahagia dan seluruh masyarakat ikut pula bahagia.