Hidup Sampai dengan 100 Tahun dan Sehat
GAYA HIDUP WARGA USIA PERTENGAHAN DAN USIA LANJUT SERTA PENGARUHNYA TERHADAP KESEHATAN
Oleh Prof. Hung Zhao Guang (Guru Besar Universitas Beijing)
Pengalih bahasa dan penyadur: Suryono Limputra. Perkumpulan Pancaran Hidup, Jakarta. Untuk kalangan alumni Pa Hoa/JPP/SMA19. Tidak bertujuan komersil; boleh diperbanyak tanpa seizin Penyadur.
KETIDAKTAHUAN PANGKAL MALAPERTAKA
Berdasarkan definisi World Health Organization ( WHO ), maka usia di bawah 65 tahun tergolong usia pertengahan ( Middle Age ): usia antara 65 tahun sampai dengan 74 tahun tergolong Junior Old Age; usia antara 75 sampai dengan 90 tahun baru tergolong Formal Old Age; dan antara 90 tahun sampai 120 tahun digolongkan Longevity Old Age ( Oang Tua berumur panjang ). Sebenarnya usia biologis manusia maksimum dapat mencapai berapa tahunkah?
Berdasarkan prinsip biologi, usia binatang menyusui adalah 5 sampai dengan 7 kali masa pertumbuhan hingga dewasanya. Masa pertumbuhan manusia biasa mengambil masa tumbuhnya gigi susu yang terakhir sebagai patokan perhitungan, yakni usia 20 tahun sampai dengan 25 tahun. Jadi rentang hidup manusia seyogyanya, terpendek adalah 100 tahun dan terpanjang 175 tahun. Usia normal rata-rata manusia umum diakui adalah 120 tahun.
Bagaimana menjalani kehidupan sampai dengan 120 tahun? Dalam kurun waktu 120 tahun, hidup sehat hingga 100 tahun bukanlah mimpi. Bila anda pada usia 70 tahun, 80 tahun hidup sehat tanpa penyakit; maka usia 90 tahun juga akan dapat dicapai dengan sehat tanpa penyakit; maka juga hidup sehat sampai dengan usia 100 tahun tidak mustahil; ini adalah Hukum Biologi yang normal!
Akan tetapi, apa yang terjadi sekarang ini? Yang seharusnya dapat hidup rata-rata 120 tahun, kenyataan hanya mencapai 70 tahun sudah wafat, jadi usia telah diperpendek 50 tahun. Juga tadi dikatakan bahwa seyogyanya orang dapat hidup sehat hingga 100 tahun, namun begitu banyak orang yang sudah mulai menjadi tidak sehat pada usia 40 tahun, dan pada usia 50 tahun sudah mengidap penyakit jantung koroner dan pada usia 60 tahun sudah wafat, jadi lagi-lagi hidup manusia lebih cepat 50 tahun dihinggapi penyakit. Pendek kata, lebih awal wafat telah menjadi gejala umum masyarakat kini.
Saya melakukan survey di Beijing dan menemukan kasus-kasus dimana ada anak sekolah SD yang sudah terjangkit Tekanan Darah Tinggi dan anak SMP/SMA sudah mulai menderita Arterioclerosis. Inilah topik yang mau kita bahas sekarang ini.
Mengapa ketika ekonomi kita telah berkembang, hidup makin makmur, tingkat kehidupan materi telah banyak meningkat, malah membuat orang jadi cepat mati? Banyak orang mengatakan ekonomi yang semakin berkembang, hidup yang makin makmur menyebabkan semakin banyaknya penyakit-penyakit Jantung, Stroke, Tumor/Cancer, Diabetes. Ini salah! Salah sama sekali! Saya berpendapat penyakit-penyakit ini bukan disebabkan oleh peningkatan kehidupan materi melainkan disebabkan oleh minimnya pencerahan mental/batiniah dan minimnya pengetahuan akan kesehatan ( health Knowledge dan Awareness).
Pengalaman di Amerika menunjukkan bahwa: penduduk kulit putih bila dibanding dengan penduduk kulit hitam, si kulit putih lebih makmur, kehidupan materialnya lebih baik. Tapi penderita tekanan darah tinggi, jantung koroner, tumor/cancer berkulit putih lebih sedikit dibanding si ku;it hitam, usianya pun lebih panjang. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Tiada lain karena penduduk kulit putih kebanyakan adalah pekerja berkrah putih ( white collar worker ) dan pekerja berkrah putih memperoleh pendidikan kesehatan ( Health Education ) yang lebih baik; Pencerahan Mental, Pengetahuan Kesehatan, Kesadaran untuk menjaga kesehatan kesemuanya relatif lebih tinggi. Kesimpulannya : Kita mendapat penyakit lebih awal dan lebih banyak, bukan karena peningkatan kehidupan materi, melainkan karena pencerahan mental/batin kita tidak cukup!. Bila kita semua akan dapat semakin sehat, bukan sebaliknya dimana penyakit yang semakin banyak menghinggapi kita.
Dewasa ini penyakit apa yang terutama paling mempengaruhi kesehatan tubuh kita? Jantung Coroner adalah nomor satu. Di tahun 2001 yang meninggal oleh pembuluh darah jantung dan otak ( stroke ) adalah 15.500.000 orang yang merupakan 25% dari total kematian akibat penyakit. Jadi ini adalah penyakir yang paling berbahaya di dunia. Pejabat tinggi WHO pernah menyatakan bahwa apabila diambil langkah-langkah preventif akan dapat mengurangi separuh dari kematian, artinya separuh kematian dapat dicegah. Prof. DR. Zhung Dao Heng pernah berucap: Banyak orang yang tidak mati karena penyakitnya, tapi mati karena ketidaktahuannya. Jadi sekali lagi saya peringatkan kalian, jangan mati karena keteledoran, jangan mati karena kebodohan, sebab banyak panyakit yang dapat dicegah sehingga kematian dapat terhindar.
Sebuah contoh: Seorang penduduk Beijing berusia pertengahan pada suatu hari membeli sejumlah sayur dan menjemurnya pada tembok pekarangan rumahnya, tiba-tiba turun salju, dan karena kuatir sayur akan membusuk, ia turun dengan tergesa-gesa dari lantai 3, untuk mengangkuti sayur ke dalam apartemennya di lantai 3. Ia memaksakan diri mengangkuti sayur-sayur berikat-ikat dengan berat hampir mencapai 50 kali, sekaligus sampai ke lantai 3, dan karena is jarang berolah raga dan tidak bekerja legi karena sudah pensiun, maka mengangkat sayur itu sekaligus naik turun lantai 3, menyebabkan ia sangat kelelahan dan nafas terengah-engah dan sesak, kemudian terbatuk-batuk mengeluarkan darah dan lendir. Ia sadar telah mendapat serangan lalu menelpon ambulans rumah sakit. Di ruang Gawat Darurat, ia didiagnosa mendapat Myocardial Necrosis Acute dan mendapat injeksi pertolongan pertama yang biayanya Yuan 15,000 kemudian dirawat di rumah sakit. Terakhir dengan menghabiskan biaya Yuan 60,000 ia sembuh dari penyakitnya. Bayangkan 50 ikat sayur yang ingin diselamatkannya dari salju hanya bernilai Yuan 6 saja. Jadi untuk menyelamatkan sayur yang bernilai Yuan 6, ia telah menghabiskan Yuan 60,000, bahkan hampir saja kehilangan nyawa! Apabila orang ini pernah memperoleh pendidikan kesehatan: “bahwa orang yang biasa tidak pernah gerak dan tidak pernah olahraga, tidak boleh mengerjakan pekerjaan fisik yang berat’, maka ia tentu akan dapat menghindari malapetaka ini.
Kami para ilmuwan sering menekankan kata-kata mutiara ini: Para Manula perlu memperhatikan Tiga Setengah Menit dan Tiga Setengah Jam.
Banyak manusia yang bisa meninggal mendadak di malam atau pagi hari, bagaimana ini bisa terjadi? Seorang manula yang bangun tidur tengah malam ingin buang air, ia melakukannya terlampau cepat, ia turun ranjang secara tiba-tiba, dan aduh, otak kekurangan darah, tekanan darah sangat rendah, otak yang kekurangan darah menyebabkan di berkunang-kunang, labil dan tiba-tiba jatuh, ada yang patah tulang, ada yang tiba-tiba jantungnya berhenti! Mengapa para ilmuwan mengajukan Formula 3 setengah menit? Karena dari pemantauan ECG pasien, didapati bahwa di siang hari ECG nya normal, tapi di malam hari biasanya kekurangan darah pada otot jantung dan tiba-tiba mengkerut. Mengapa demikian? Karena ketika ia tiba-tiba bangun tidur, mendadak tensi darahnya menurun, otak kekurangan darah dan jantung berhenti.
Maka para ilmuwan menggunakan Formula 3 setengah menit: Ketika terjaga, jangan segara turun dari ranjang, rebahlah dulu kira-kira setengah menit, lalu duduk di ranjang selama setengah menit, kemudian baru turunkan kedua kaki di kaki ranjang selama setengah menit.
Nah, dengan melewati kiat 3 setengah menit, tanpa buang uang sepeser pun, kekurangan darah pada otak akan terhindar, jantung bekerja, normal, menghilangkan kemungkinan jatuh dan patah tulang, serangan jantung dan stroke!
Tiga setengah jam adalah: seriap pagi bangun tidur, berolah raga selama setengah jam, baik itu tai chi, lari pagi dengan jarak tirak kurang dari 3 Km atau olah raga lain yang cocok. Kemudian tengah hari tidur siang setengah jam. Hal ini diperlukan oleh jam biologis manusia, dengan tidur siang setengah jam maka bekerja di siang dan sore akan penuh semangat, terutama pada manula, lebih-lebih memerlukan tidur siang, sebab manula biasa tidur tidak terlampau malam dan bangun pagi sekali, jadi memerlukan sedikit istirahat di tengah hari. Ynag ketiga adalah sore hari setelah makan malam, berjalanlah pelan-pelan selama setengah jam, dengan demikian para manula akan dapat tidur dengan nyenyak, dapat mengurangi terjadinya Myocardial Necrosis dan tensi tinggi.
Dewasa ini banyak orang mengatakan bahwa ilmu kedokteran telah berkembang demikian pesat, apakah memang ilmu kedokteran dengan High Technology itu dapat menyelesaikan semua penyakit dengan baik? Ternyata biaya-biaya pengobatan dengan high tech tersebut masih sangat mahal dan jadinya hanya cocok untuk segelintir pasien yang mampu! Ambil contoh transplantasi jantung, biayanya lebih dari 200.000 Yuan. Sedang jantung koroner, dapat di by-pass ( operation with bridge ) biayanya 100.000 Yuan. Ditambah lagi semua pengobatan high tech ini tidak mungkin dapat mengembalikan si pasien ke kondisi sebelum sakit, tetaplah, masih lebih baik jangan sakit! Pendidikan kesehatan senantiasa menggunakan cara/metode-metode sederhana tapi mampu mencegah demikian banyak penyakit.
Dan jika toh penyakit kronis tak terhindarkan hinggap di diri anda, jalani pengobatan, sesuai dengan petunjuk Dokter Ahli. Ada seorang rekan saya di rumah sakit, menderita tekanan darah tinggi selama 12 tahun, tensinya senantiasa berada pada angka 200, dan ia tak merasa sesuatu kelainan, tetapi ia merasa “menderita” jika disuruh menelan obat darah tinggi sehingga ia tak pernah mau minum obatnya. Lewat 12 tahun, timbul komplikasi, antara lain Arterioclerosis, gagal fungsi ginjal yang membutuhkan cuci darah 3 kali seminggu, berlangsung selama 10 tahun menghabiskan 900.000Yuan, toh akhirnya tak tertolong juga.
Padahal kalau pada awal baru kena tekanan darah tinggi, ia tekun menelan obat tensi tinggi yang harganya hanya 30 cent Rmb maka panyakitnya akan terkendali baik dan tak sampai muncul komplikasi, jadi jika penderita penyakit tidak menjalankan pengobatan secara ilmiah akhirnya terjadi pemborosan uang dan kematian. Faktanya, prevention ( pencegahan ) adalah sangat sangat sederhana, dapat mengurangi orang-orang terserang penyakit, jadi dilihat dari sudut pandang ini, pengobatan high tech jauh tidaklah sebagus Pencegahan Penyakit.