BANYAK PILIHAN UNTUK KURANGI RASA SAKIT WAKTU MELAHIRKAN
Melahirkan adalah suatu mukjijat dalam kehidupan setiap wanita. Semua wanita yang pernah melahirkan tidak akan menyangkal bahwa proses persalinan adalah suatu perjuangan antara rasa sakit dan bahagia.
Tidak harus dengan jalan sesar untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan, karena calon ibu di zaman sekarang ini sebetulnya lebih beruntung bila dibandingkan dengan calon ibu di masa lalu. Berkat kemajuan teknologi, saat ini para calon ibu bisa memilih berbagai metode untuk mengurangi rasa sakit dalam menjalani proses persalinan.
Banyak hal yang menyebabkan rasa sakit saat melahirkan. Kontraksi otot pada saat persalinan adalah sebagai upaya membantu terbukanya jalan lahir, karena kontraksi ini leher rahim akan menjadi lunak, menipis, dan mendatar, kemudian menarik leher rahim. Saat itulah kepala janin menekan mulut rahim sehingga membuka. Proses inilah yang kerap ditakutkan oleh sebagian ibu saat menjelang kelahiran. Padahal rasa nyeri dalam tahapan proses kelahiran tersebut, sebagian besar diperberat oleh rasa ketakutan si ibu. Sementara bayi di dalam kandungan justru perlu mendapatkan dukungan ketenangan dan kedamaian dari ibunya dalam menjalani proses kelahirannya.
Sehingga ilmu kedokteran pun terus melakukan cara agar dapat memberikan kemudahan bagi para ibu saat melahirkan, terutama mengurangi rasa sakit bahkan menghilangkan rasa sakit. “Beberapa cara sudah dapat digunakan bagi ibu hamil untuk mengurangi rasa sakit saat melahirkan, diantaranya water birth, hypnobirthing, suntuk ILA, dan epidural,”ujar Dr Bramundito Sp.OG dari RSPI.
Namun, lanjut Bramundito, semua cara untuk mengurangi rasa sakit itu mempunyai efek yang berbeda-beda, sehingga harus disesuaikan dengan keadaan si ibu. “Semua metode juga bisa berbahaya jika tidak benar dalam mengindikasi, dan tidak dilakukan sesuai dengan syarat yang telah ditentukan,”tambahnya.
Berbagai cara mengurangi sakit
1. Water Birth
Sebetulnya metode ini bukan baru dalam dunia kedokteran. Proses melahirkan di dalam air ini sudah banyak dilakukan di luar negeri, hanya saja di Indonesia metode ini bari dilakukan beberapa tahun terakhir. Water birth adalah suatu metode melahirkan di dalam air yang dilakukan di dalam kolam berukuran cukup besar (berkisar 2 meter persegi). Kolam yang terbuat dari plastik itu berisi air dengan suhu yang terjaga yakni 36-370C. Selain dilengkapi thermometer sebagai pengukur suhu, disertai juga pompa pengatur agar air tetap bersirkulasi. Kondisi ini dipertahankan agar bayi tidak merasakan perbedaan suhu yang terlalu ekstrem ketika keluar dari perut ibunya, sehingga tidak mengalami hipotermia. Oleh karena itu ketika bayi keluar dari rahim, ia tidak langsung menangis karena merasa seolah masih seperti di dalam rahim. Pada metode ini si ibu pun harus mengejan seperti melahirkan normal dan posisi ibu bisa beragam, tergantung pada kenyamanan si ibu.
Kelebihan
- Mengurangi rasa sakit secara signifikan sampai sekitar 80%.
- Menurunkan kemungkinan vagina robek atau dilakukan episiotomi ( pengguntingan di sekitar vagina untuk mempermudah persalinan )
- Diperkirakan karena terendam dalam air otot-otot yang bekerja selama kehamilan akan lebih rileks sehingga persalinan lancar, karena rasanya seperti habis berenang, segar dan tak berkeringat.
- Bayi lebih bersih karena tidak banyak darah yang keluar.
Resiko dan Prasyarat
- Tidak dapat dilakukan pada ibu yang memiliki panggul kecil, sehingga harus melahirkan dengan sesar.
- Tidak dapat dilakukan bila bayi berisiko lahir sungsang, karena bayi akan sulit keluar dan harus dilakukan dengan sesar.
- Ibu pengidap penyakit herpes, berisiko menularkan penyakit tersebut kepada bayi lewat mata, selaput lendir, dan tenggorokan bayi, karena kuman herpes dapat bertahan dalam air.
- Tidak dapat dilakukan bila ketuban sudah pecah terlebih dahulu. Karena dikhawatirkan air akan terminum oleh bayi dan tersangkut di paru-parunya.
- Kolam plastik yang digunakan harus benar-benar steril, agar tidak rentan terinfeksi kuman dan virus lainnya.
2. Hypnobirthing
Berbeda dengan metode lainnya, metode relaksasi ini merupakan sebuah paradigma baru dalam proses melahirkan secara alami. Teknik hypnobirthing bisa dilakukan sendiri dan dimulai sejak awal kehamilan, serta mudah dipelajari. Dengan metode ini, selama proses kelahiran ibu berada dalam kondisi relaksasi yang mendalam, pola pernafasan lambat, sehingga memungkinkan si ibu menikmati proses kelahiran secara aman, lembut, cepat dan tanpa proses pembedahan. Selain itu terapi ini juga mengajarkan para ibu untuk memahami dan menghindarkan sindrom nyeri karena ketakutan ( fear tension pain syndrome ) yang seringkali terjadi selama proses kelahiran. Dalam beberapa kasus, tahapan proses kelahiran juga menjadi lebih singkat, mengurangi kelelahan selama perjuangan melahirkan bayi, sehingga ibu akan tetap segar dan berenergi setelah melahirkan. Metode ini diyakini dapat mengurangi rasa mual dan pusing saat hamil, dan memperlancar ASI pasca melahirkan.
Kelebihan
- Kondisi yang tenang selama hamil akan direkam oleh janin dan mempengaruhi kepribadian serta kecerdasan bayi di dalam rahim.
- Mengurangi rasa mual, muntah, dan pusing.
- Menciptakan keadaan yang seimbang sehingga pertumbuhan fisik dan jiwa bayi lebih sehat.
- Memperlancar jalannya proses persalinan dan meminimalkan rasa sakit.
- Meningkatkan produksi ASI
- Dapat lebih mengontrol emosi dan perasaan
- Mencegah kelelahan yang berlebih saat proses persalinan.
Resiko dan Prasyarat
- Pada tahap mempelajari metode ini sebaiknya ibu didampingi suami dan seorang fasilitator. Suami turut berperan dalam memberikan dukungan bagi ibu dan janin.
- Latihan harus dilakukan rutin dan dimulai sejak awal kehamilan.
- Memiliki kemauan yang kuat dan niat serta rajin latihan di rumah.
- Keberhasilan metode ini sangat tergantung pada keseriusan ibu dalam mempersiapkan kelahiran.
3. Intrathecal Labour Anathesia ( ILA )
ILA adalah cara menghilangkan rasa sakit pada saat persalinan dengan cara memberikan pembiusan ringan pada tubuh bagian bawah, namun masih dapat membuat ibu mengejan. Obat penghilang rasa sakit diberikan dalam satu kali suntikan dengan durasi 2-4 jam saja. Karena durasinya yang relatif singkat suntikan ILA baru diberikan ketika kontraksi rahim sudah terlihat dan terasakan oleh ibu dan pembukaan jalan lahir sudah mulai di atas tiga sentimeter.
Kelebihan
- Meskipun diberi obat bius, sang ibu tetap harus dan merasakan peregangan ketika bayi akan keluar
- Ibu dapat mengejan dengan lebih rileks karena tanpa merasakan rasa sakit.
- Cara menberikan obat ini sangat mudah dan memperbaiki proses kontraksi rahim
- Biayanya tidak terlalu mahal.
Resiko dan Prasyarat
- Anestesi hanya dapat bertahan 4-6 jam, sehingga dokter harus teliti memperhatikan waktu pemberian anestesi ini.
- Bisa mengakibatkan masuknya anestesi ke janin melalui sang ibu sehingga dapat mengakibatkan janin kekurangan oksigen.
- Proses melahirkan berlangsung agak lama.
- Dapat terjadi penurunan tekana darah sehingga suplai makanan ke janin berkurang.
- Saat obat diberikan sang ibu akan merasakan kesemutan dan lemas pada otot tungkai, gatal-gatal, mual, muntah, rasa mengantuk, gemetar, dan retensi urin, serta denyut nadi lambat.
4. Spinal Epidural Analgesia ( SEG )
Epidural adalah suatu anestesi regional yang akan mempengaruhi bagian tubuh yang lebih luas dengan menggunakan larutan obat anestetik lokal (opioid ) dengan konsentrasi tertentu yang dimasukkan lewat kateter ( selang )
halus di tulang belakang. Sama hal nya dengan ILA, cara ini menyebabkan hilangnya rasa nyeri pada tubuh bagian bawah. Namun dengan metode SEG ini, obat anaestetk hanya saja jika akhirnya persalinan harus dilakukan secara sesar, obat biusnya cukup diberikan lewat selang. Luasnya pembiusan tergantung kepada jenis dan dosis obat yang digunakan. Blok epidural ini disuntikkan ke dalam punggung bagian bawah. Obat disuntikkan melalui rongga epidural yang berada di luar korda spinalis, yang dilalui oleh saraf yang membawa rasa nyeri pada tubuh bagian bawah.
Sumber: inspiredkids januari 2008