Apakah Diabetes Mellitus ?
Diabetes Mellitus atau biasanya disingkat diabet saja adalah
suatu penyakit atau keadaan di mana kadar gula darah lebih
tinggi dari normal. Karena dalam urine penderita kadar
gulanya juga lebih tinggi dari normal, maka istilah populer
dalam masyarakat adalah penyakit "kencing manis".
Berapakah kadar gula darah yang normal ?
Kadar gula darah biasanya diukur dalam keadaan puasa (8-10
jam tidak makan/minum manis, hanya dibenarkan minum air
putih saja) yaitu sekitar 70-120 mg/dL.
Bila kadar gula darah lebih tinggi dari itu maka ada
kemungkinan orang tersebut menderita diabet. Bila kadar gula
darah puasa sekitar 120-150 mg/dL, biasanya dikatagorikan
ringan, 160-200 mg/dL sedang, 200-300 mg/dL agak berat dan
seterusnya. Pembagian ini sifatnya "arbitrary" atau tidak
mutlak. Kadar gula darah 2 jam setelah makan bagi bukan
penderita diharapkan di bawah 140 mg/dL. Karena itu bila
kadar gula darah "sewaktu" sekitar 140 mg/dL sebaiknya
dilakukan pemeriksaan ulang sewaktu puasa.
Berapa macamkah Diabetes Mellitus ?
Secara garis besar ada 2 macam yakni tipe I dan tipe II.
Diabet tipe I disebut juga Insulin Dependent Diabetes
Mellitus (IDDM),
di mana penderita mengalami gangguan pada produksi hormon
insulin oleh suatu bagian dari limpa. Hormon insulin ini
membantu masuknya gula darah ke dalam sel. Akibat dari
kurangnya hormon insulin yang beredar dalam darah adalah :
·
Gula darah tidak masuk ke dalam sel sehingga sel kekurangan
zat gula. Zat gula dibutuhkan untuk dipecah menjadi
energi/tenaga. Akibatnya penderita merasa lemas karena
tenaga yang harus dihasilkannya kurang dari yang dibutuhkan.
·
Kadar gula darah tinggi karena gula darah tidak
masuk/terserap ke dalam sel.
·
Waktu darah melalui ginjal, sebagian gula darah akan "bocor"
ke air kencing/urine sehingga kadar gula dalam air kencing
tinggi (bisa di tes dari kemampuan reduksinya)
Penderita diabet tipe I umumnya mulai kena pada usia kurang
dari 40 tahun bahkan bisa terjadi pada waktu masih
kanak-kanak. Penderita diabet tipe I ini "harus" di bawah
pengawasan dokter dan menggunakan insulin (disuntikkan)
untuk membantu tubuh mengatur zat gula.
Diabet tipe II disebut juga Non-Insulin Dependent Diabetes
Mellitus (NIDDM),
di mana penderita tidak kekurangan insulin, tetapi ada
resistensi dari sel otot maupun sel jaringan lemak untuk
dimasuki gula darah. Dengan demikian kadar gula darah juga
cukup tinggi, akibat dari :
·
Gula darah yang masuk ke dalam sel kurang dari yang
seharusnya sehingga sel kekurangan zat gula yang merupakan
sumber energi utama
·
Kadar gula darah tinggi karena gula darah kurang terserap ke
dalam sel
·
Kadar gula dalam urine lebih tinggi dari normal karena
sebagian zat gula "bocor" ke dalam urine
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa tipe I sekitar 10-20 %,
sedangkan tipe II sekitar 80-90 % seluruh penderita diabet.
Bagaimana Pengaturan Makanan bagi Penderita Diabet
?
Diabet tipe I ini dalam tubuhnya kurang/tidak ada hormon
insulin. Karena itu bagi penderita diabet tipe I harus
dimasukkan insulin ke dalam tubuh. Insulin adalah suatu
protein sehingga tidak bisa diberikan per oral (melalui
mulut) tetapi harus disuntikkan. Karena itu penderita diabet
tipe I ini mutlak harus dibawah pengawasan seorang dokter
ahli.
Injeksi insulin biasanya diberikan sebelum makan pagi,
sebelum makan siang dan sebelum makan malam.
Persyaratan pengaturan makanan bagi penderita diabet tipe I
adalah sebagai berikut :
·
Makan 3x (pagi, siang, malam) dan 2x snack diantaranya
(makanan terbagi rata untuk seluruh hari)
·
Setiap kali makan sebaiknya sumber energinya terdiri dari
50-60 %dari zat pati, 10-20 % dari protein dan 25 % dari
lemak. Hal ini bisa dicapai bila menu terdiri dari makanan
pokok (nasi, roti, kentang dsb), lauk (daging, ikan, tahu,
tempe, telur), sayur dan buah
·
Berat badan dipertahankan tetap normal
·
Karena bagi penderita diabet tipe I ini disuntik insulin
maka waktu makannya harus disesuaikan dengan berapa lama
setelah penyuntikan (biasanya 30 menit setelah penyuntikan)
·
Olahraga ringan perlu bagi penderita diabet tipe I
(hati-hati : olahraga berat mneyebabkan hypoglicemia)
Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa diabet tipe II ini tidak
disebabkan kekurangan insulin tetapi resistensi sel untuk
dimasuki gula darah.
Ciri-cirinya antara lain :
·
Mulai menderita pada usia > 40 tahun
·
Berat badan biasanya lebih tinggi dari normal (tidak selalu
demikian)
·
Gula darah dapat dikendalikan dengan diet + olah raga
Diet bagi penderita diabet tipe II ini dimulai dari rendah
kalori, misalnya 750 Kalori/hari, dibagi dalam 3 kali makan
sehingga setiap kali makan sekitar 250 Kalori.
Diet serendah ini hanya beberapa hari saja kemudian
ditingkatkan menjadi sekitar 1200 Kalori dibagi 3, misalnya
pagi 300 Kalori, siang 450 Kalori dan malam 450 Kalori.
Hindari penggunaan gula. Jenis karbohidrat berpengaruh pada
perubahan kadar gula darah dan disebut ‘glicemic index’ dari
makan tersebut. Makin rendah nilai ‘glicemic index’ makin
rendah kenaikan gula darah setelah makan makanan tersebut.
Nilai ‘glicemic index’ sebagai berikut:
Fruktosa (contohnya madu) 20, Selai 51, Susu 34, Roti/nasi
69, Es krim 36 , Kentang(baru) 70, Jus orange 46, wortel 92,
Spaghethi 50 dan Gula 100
Serat makanan juga sangat berpengaruh utnuk menahan
meningkatnya gula darah. Kandungan serat berbagai bahan
makanan sebagai berikut: Tempe 13%, Bayam 6%, Nangka muda
11%, Kacang panjang 6%, Pisang raja sereh 8%, Beras 3-4%,
Sawo 7%, Daging/ikan /telur 0% dan Ubi jalar 7%
Karena itu dianjurkan memperbanyak makanan berserat untuk
mengendalikan kadar gula darah
Perlu olahraga secara teratur karena sel yang terbentuk akan
lebih akses untuk zat gula.
Mengapa Penderita Diabetes Berat Napasnya Berbau Asam ?
Bau asam disebabkan aseton yang menguap bersama pengeluaran
udara waktu pernapasan. Aseton berasal dari penggunaan lemak
yang berlebihan sebagai sumber energi. Penggunaan lemak ini
karena sel kekurangan zat gula sebagai sumber energi.
Gejala Apa yang Timbul bagi Penderita Diabet yang Cukup
Berat ?
Ada tiga gejala yang umumnya dirasakan:
·
Polyphagie - perasaan lapar terus menerus
·
Polydipsi - perasaan haus terus menerus
·
Polyuri - banyak buang air kecil (waktu malam bisa 5 - 10
kali)
Apa Komplikasi dari Diabetes ?
Komplikasi dari diabet antara lain:
·
Sakit ginjal
·
Sakit paru
·
Sakit jantung
·
Darah tinggi
·
Katarak (kebutaan karena lensa mata tertutup selaput yang
tidak tembus cahaya)
·
Borok menahun (biasanya di kaki), kalau tidak bisa
disembuhkan, sebagian kaki perlu dipotong
Komplikasi tersebut bisa dicegah kalau diabet dalam keadaan
‘terkontrol’
Apakah hypoglikemia (gula darah terlalu rendah) juga
berbahaya ?
Ya, hypoglikemia juga berbahaya.
Gejala-gejalanya:
· Nervous
·
Lemas
·
Berkeringat
·
Napas pendek
·
Pandangan kabur
·
Kepala agak pusing
Bila terasa gejala-gejala tersebut sebaiknya segera
makan/minum yang mengandung gula/permen manis, dsb.
Makanan Kesehatan CNI Apa yang Dianjurkan ?
·
Ester C,
1-2 tablet/hari karena untuk penderita diabet ada kompetisi
antara zat gula dan vitamin C sewaktu akan masuk ke dalam
sel. Ester C memecahkan masalah ini.
·
Narish atau
Phyto Gold
2 kali/hari. Sudah banyak kesaksian konsumen yang menyatakan
bahwa Narish membantu mengendalikan meningkatnya gula darah.
·
Sun
Chlorella 20 tablet/hari. Sudah banyak kesaksian
konsumen bahwa Sun Chlorella dapat membantu mengendalikan
meningkatnya gula darah dan menambah nutrisi
·
Wakasa Gold.
Ada kesaksian dari konsumen bahwa gula darahnya dapat
dikendalikan setelah mengkonsumsi Wakasa Gold dan Narish.
·
Organik,
2 x 2 sdt/hari, membantu menurunkan kadar lemak
·
CNI Lyophilized
Royal Jelly,
2x1 sachet/hari, kandungan enzim seperti insulin, membantu
metabolisme glukosa/ zat gula
Ingat:
bila gula darah puasa lebih dari 200 mg/dl selain diet,
olahraga dan makanan kesehatan masih perlu obat dari dokter.
DIET DIABETES MELLITUS
TUJUAN DIET DIABETES MELLITUS
Membantu menurunkan kadar gula darah menjadi normal.
Merubah kadar gula dalam urin, dari positif menjadi negatif.
Mencapai berat badan normal.
MAKANAN YANG DIANJURKAN
Sumber karbohidrat kompleks, seperti beras, kentang, singkong, terigu, tapioka, gula, hunkue, makaroni, mie, bihun, roti, dan biskuit.
Sayuran (terutama sayuran hijau), seperti bayam, kangkung, daun singkong, dll.
Buah-buahan, menurut jumlah yang sudah ditentukan.
MAKANAN YANG TIDAK DIANJURKAN
Gula murni seperti gula pasir, gula merah, permen, coklat, dodol, selai, sirop, soft drink, es krim, susu kental manis, buah kalengan, dendeng, dll.
Makanan yang digoreng dan menggunakan santan kental.
Hal-hal yang perlu diperhatikan:
Jenis, jumlah, dan waktu pemberian makanan harus diatur dengan baik, terutama bagi penderita diabetes mellitus yang belum terkontrol atau yang dalam pengobatan.
Bila diperlukan, ganti pemakaian gula murni dengan pemanis buatan (contoh: aspartam).
Bila terjadi hipoglikemia (keadaan yang terjadi bila kadar gula terlalu rendah), minumlah segera segelas sirup atau makanlah 1-2 sendok makan gula pasir/madu.
KIAT HIDUP SEHAT DENGAN DIABETES MELLITUS
Mengatur diet yang benar agar berat badan ideal.
Menjaga agar kadar gula tetap dalam batas normal.
Hindari merokok untuk mencegah timbulnya penyakit lain.
Berolahraga secara teratur.
Memperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayuran.
Menghindari minuman beralkohol.
Mengendalikan stres/emosi.
Memeriksakan kadar gula darah secara berkala, ter-utama jika usia di atas 30 tahun.
Contoh menu diet diabetes
kembali ke kesehatan