Asma
Bronkiale yaitu keadaan dimana adanya obstruksi saluran nafas
karena adanya peningkatan respons trachea & bronchus akibat
adanya
faktor alergik. Penyebab Asma yang sebenarnya, yaitu napas yang
terlalu dalam atau terlalu panjang (hiperventilasi).
Berdasarkan penelitian bahwa pola napas yang terlalu panjang
tersebut, dapat menjadi penyebab dari berbagai permasalahan
seperti Asma, Emfisema (bengkak yang disebabkan
adanya udara yang tidak normal didalam rongga tubuh),
Apnea (terhentinya pernapasan), alergi, sinusitis,
migren dan tekanan darah tinggi.
Asma ini adalah suatu yang harus diperhatikan karena penyakit
ini kadang ringan tapi dapat pula lama dan hebat sehingga dapat
mempengaruhi baik fisik maupun psikis.
Asma Bronkiale dapat berbentuk :
·
Ekstrinsik atau alergik
·
Intrinsik atau non alegik
·
Campuran dari kedua hal diatas
Dalam bentuk ekstrinsik , alergen yang biasanya dapat
mempengaruhi dengan cara masuk ke badan penderita melalui
berbagai cara .
Jenis alergennya antara lain :
·
Inhalan,
yang masuk melalui alat pernafasan misal debu rumah, bahan-bahan
serpihan kulit yang terlepas dari binatang ( anjing , kucing,
kuda dll ), serpihan dari spora jamur, serbuk-serbuk bunga dll.
·
Ingestan,
yang masuk melalui mulut misalnya makanan ( seperti susu, telur,
ikan, obat-obatan, dll )
·
Kontaktan,
yang masuk ke badan melalui kontak dengan kulit misalnya salep,
logam, perhiasan, jam tangan dll.
Faktor Pemicu Serangan Asma
Berbagai faktor pemicu serangan asma seperti alergi debu,
polusi, binatang piaraan, stres dan lain-lain, hanya dapat
menimbulkan serangan asma jika pola pernapasan kita salah. Jadi
faktor-faktor pemicu tersebut hanyalah faktor sekunder,
sedangkan penyebab primernya adalah cara bernapas yang salah.
Setiap sel tubuh membutuhkan 7 % CO2 (karbondiaksoda) guna
kelangsungan hidupnya. Jika kita menghirup terlalu banyak O2,
kita cenderung menghembuskan CO2 terlalu cepat sehingga
paru-paru tidak sempat memasukkannya ke dalam kantung udara
dalam jumlah yang cukup. Jika konsentrasi CO2 rendah akan
terjadi reaksi kimia yang membuat sel darah sulit melepaskan O2
ke dalam jaringan tubuh. Akibatnya jaringan tubuh akan
kekurangan O2. Bila kekurangan O2 terjadi di otak, pusat
pernapasan di otak akan terangsang, sehingga pola pernapasan
yang salah terus berlangsung. Sementara itu, si penderita asma
justru akan mengira dirinya kekurangan O2, akibatnya ia akan
berusaha menarik napas lebih dalam lagi, sehingga lama-lama
terbentuk lingkaran setan karena semakin banyak saja CO2 yang
dihembuskannya.
Diagnostik
Diagnosa untuk penderita Asma Bronkial, kadang sulit ditegakkan,
karena penyakit ini mempunyai gejala-gejala yang sama dengan
penyakit lain seperti Bronkitis kronis & Emphisema, sehingga
diperlukan anamnesis yang teliti, pemeriksaan fisik dan
laboratorium. Penanganan asma bronkiale ini tergantung dari
diagnostik dan beratnya penyakit.
Gejala-gejalanya
Pada penderita yang sedang bebas serangan tidak ditemukan gejala
klinis, sedang pada waktu serangan tampak :
·
penderita bernafas denga cepat dan dalam
·
gelisah
·
duduk dengan tangan menyangga ke depan
Gejala yang klasik : Batuk disertai sesak dan mengi ( wheezing )
Penatalaksanaan :
·
Pengobatan dengan obat-obatan
·
Mengkonsumsi makanan kesehatan yaitu
Ester-C plus
1x1 tab/hr, DMG 2x1
tab/hr,
Sun
Chlorella 3x5 tab/hr.
·
Melindungi dari faktor-faktor penyebab seperti polusi udara,
perubahan hawa mendadak, hawa lembab, bulu binatang dsb
·
Memperbaiki lingkungan rumah terutama tempat tidur
·
Hilangkan kebiasaan merokok
·
Latihan pernafasan, lebih dikenal dengan "Teknik Buteyko".
Teknik Buteyko terdiri dari serangkaian
latihan pernapasan untuk melatih orang yang biasa bernapas
panjang untuk bernapas normal.
kembali ke kesehatan